Wednesday, May 14, 2008

Kenapa Harus Home School Sih?

Gak usah yang aneh-aneh lah cari sekolah! Anak lo emang bermasalah di sekolah ya? Kok Home School sih, gak takut anak lo nanti jadi gak punya temen?
Pertanyaan tadi sedikit dari beberapa pertanyaan dari keluarga & teman-teman ketika Chi bilang mau HS. Dan kebanyakan berkomentar negatif.

Benarkah HS negatif? Kalo Chi & kak Aie sih lebih melihat HS itu adalah sebuah pilihan, alternatif baru dari dunia pendidikan. Buat kami semuanya di kembalikan kepada individu masing-masing. Mau pilih sekolah formal silahkan, mau ber-HS ya silahkan.

Kalo dibilang kami mengatur kehidupan atau bahkan hak anak untuk memperoleh pendidikan, kayaknya kami sama sekali gak setuju ya.. Yang kami lakukan ini semua adalah untuk kebaikan anak-anak (setelah berpikir panjang & membandingkan positif-negatifnya sekolah formal & HS tentunya).

Sekarang kalo ada pertanyaan, apakah kami melibatkan anak-anak kami dalam mengambil keputusan ini? Jawabannya ya tidak terlalu. Karena anak-anak kan masih kecil. Kami lebih melihat dari karakter, dan karena Chi sehari-hari ada bersama mereka (ayahnya juga biarpun kerja tapi aktif juga memantau perkembangan ank-anak), jadi kami merasa Insya Allah tau tentang apa yang anak-anak kami suka atau tidak.

Pernah sih Chi coba tanya ke Keke. Chi tanya, "kalo kamu gak usah sekolah, belajar dirumah aja, kamu mau gak?". Pada saat itu Keke dengan antusias menjawab, "Mau, mau!!". Trus Chi tanya lagi, "Kalo Keke belajarnya di sekolah Keke mau gak?". Keke juga menjawab sama, "Mau, mau".

Buat Chi jawaban Keke tadi bukan jawaban asal-asalan, tapi emang kalo diperhatiin Keke itu senang belajar dimana aja. Kebetulan kali ini dia dapat sekolah yang menyenangkan, di rumah pun dia merasa selalu bermain aja (padahal lagi belajar)

Nah, sekarang kalo di sana mau, di sini mau tinggal kita sebagai orang tua yang memutuskan gimana baiknya kan?

Kalo kami memilih HS, salah satu alasan yang paling kuat adalah ribet aja ngeliat & denger tentang sistem pendidikan di Indonesia yang berubah-ubah terus. Kayaknya sekolah itu cuma untuk mengejar rangking & ijazah aja. Bukan ngejar ilmu. Padahal begitu terjun ke dunia nyata gak ada jaminan juga kalo yang punya ijazah bagus pasti bakal lebih berhasil. Akhirnya ketika kita sekolah, apalagi pas saat UN yang stress tuh semua. Siswa, Orang Tua, bahkan pihak sekolah. Duh gak mau deh kayak gini!!

Maka dari itu kami memilih untuk HS aja. Tapi kalo ada yang lebih milih sekolah formal, ya silahkan aja. Semuanya kembali ke individu masing-masing kan?

No comments: