Saturday, May 3, 2008

Mempertaruhkan Masa Depan Anak

Wih... serem amat judulnya ya.. Tapi memang seperti itu kenyataannya. Kenapa Chi serius banget mikirin pendidikan anak. Karena Chi gak mau hanya karena kita salah milih model pendidikan pada akhirnya masa depan akan yang berantakan.

Semua pilihan itu memang ada resikonya, ada untung & ruginya. Beberapa hal rasanya udah Chi ungkapin di tulisan-tulisan Chi yang sebelumnya.

Sekolah formal.
Sekolah formal yang bagus itu yang seperti apa sih? Beberapa waktu yang lalu Chi pernah dateng ke SD negeri deket rumah. Bukan sok gengsi atu "alergi" dengan SD negeri tapi SD negeri di deket rumah tuh gak ada yang bagus. Baru liat bangunannya aja udah kumuh. Kalo ujan beceknya minta ampun. Belom lagi gak adanya sistem keamanan. Anak bebas keluar masuk (padahal jaman sekarang kan ngeri banget ngebiarin anak berkeliaran gitu aja). Belom lagi 1 kelas isinya 40 anak (banyak banget bo!). Emang sih free uang pangkal bahkan SPP, malah kepala sekolahnya berani menjamin selama masa sekolah tidak akan ada biaya-biaya tambahan (bener gak nih? tau deh..). Ok lah, biaya mungkin free tapi apa Chi tega masukin anak di sekolah yang keadaaannya seperti itu? Rasanya gak deh..

Ada beberapa sekolah swasta disini. Ada 1 SD swasta islam yang bagus, yang jadi minat Chi. Biayanya? Cukup mahal, tapi kalo liat gedung, lokasi, & segala fasilitas lain yang ditawarkan rasanya terlihat "wajar" harga segitu. Belajar disana menggunakan bilingual, terutama untuk math & science full english. Kedengerannya bagus, trend, modern & gak ketinggalan jaman. Tapi apakah bagus yang menurut kita, bagus juga buat anak-anak? Apalagi yang Chi denger semakin bagus suatu sekolah (bagus & mahal), tuntutan belajarnya juga semakin tinggi. Makin "canggih" yang diajarinnya. Disini ada kekhawatiran anak-anak bukannya senang dengan sekolahnya tapi malah stress dengan segla pelajaran & tuntutan yang ada

Home School
Ini metode yang lagi Chi pilih. Chi pilih ini karena liat sifat anak-anak juga. Chi merasa anak-anak akan lebih berkembang justru apabila mereka diperhatikan dan ini agak susah didapatkan di apabila mereka sekolah formal (baca opini tentang sekolah ramah). Kalo ditanya apa ini pilihan yang paling tepat. Chi rasa untuk saat ini iya. Chi memang tidak bertanya ke anak-anak atau mengajak mereka diskusi tentang home school ini secara serius, karena Chi pikir di usianya mereka yang sekarang ini yang penting buat mereka adalah mereka senang menjalankan sesuatu. Buktinya Chi pernah tanya ke Keke apa dia seneng atau tidak dengan sekolah, Keke bilang dia seneng sekolah di al-alaq, gurunya & temennya baik-baik). Tapi waktu Chi bilang gimana kalo kamu gak usah pergi ke sekolah, tapi belajar di rumah gurunya bunda aja. Dengan antusiame yang sama dia juga bersorak kalo dia pengen banget diajarin sama bunda. Tuh bingung kan? Di sekolah dia mau, tapi gak sekolah juga mau. Hehe..

Tapi yang namanya keputusan emang bisa salah juga. Mungkin Chi sekarang berpikir kalo home school adalah metode yang paling tepat untuk Keke di SD nanti. Tapi kalo ternyata Chi salah, Chi cuma berharap semua kesalahan itu bisa segera di antisipasi & gak dibiarin berlarut-larut, Mudah-mudahan ya..

No comments: