Friday, May 2, 2008

Kenapa Tertarik Dengan Home Schooling Sih?

Kenapa Chi memilih home school, pastinya karena menurut Chi home school lebih bagus daripada sekolah formal. Tapi arti bagus disini gak Chi peruntukkan untuk semua orang. Menurut Chi hidup itu (termasuk pendidikan) adalah pilihan. Yang namanya memilih pasti kita akan memilih yang terbaik dari beberapa pilihan yang ada kan? Dan untuk pendidikan Chi & Kak Aie sepakat bahwa home schooling adalah pilihan yang terbaik untuk anak-anak kami.

Alasan kami memilih home schooling adalah:

Lokasi
Disini tuh (sampe saat ini) Chi belum nemuin sekolah formal yang sreg buat kami berdua yang lokasinya deket rumah. Masalahnya ketika anak-anak nanti sekolah yang anter-jemput kan Chi sendiri, kalo jarak sekolah mereka berjauhan gimana Chi ngatur waktunya? Jadi kami pikir kalo SD nanti Keke home school, masalah tentang lokasi pasti akan terselesaikan (karena tinggal anter-jemput) Naima aja. Apalagi kalo mereka berdua udah full home schooling, masalah lokasi sekolah udah makin terselesaikan (kan di rumah aja.. jadi gak ada ongkos. Hehe…)

Biaya
Chi & Kak Aie gak meniali biaya dari mahal apa gak sebenernya. Ya… walaupun kita bukan orang yang berlebih juga. Tapi Chi lebih seneng menilai pengeluaran uang kita dari segi worth it apa gak sih? Nah setelah diitung-itung kayaknya biaya yang akan kita keluarin untuk home schooling lebih worth it daripada sekolah formal d. Salah satu alasannya adalah karena yang ngajarin mereka nanti kan kami sendiri jadi kita lebih tau pasti biaya yang kita keluarin untuk pendidikan mereka tuh larinya kemana aja
Waktu
Selain banyak mencari info tentang home school, Chi juga banyak cari info tentang sekolah formal. Kalo diliat waktu belajarnya mereka Chi suka ngeri sendiri. Jam pelajarannya panjang banget! Chi jadi suka mikir, kapan mereka main? Kapan mereka belajar? Karena menurut Chi kalo kita sekolah formal, mengulang pelajaran di rumah itu penting (biar kita juga tau sejauh apa kemampuan mereka di sekolah). Tapi kalo di paksain velajar kasian juga ya… jam belajar mereka di sekolah udah cukup berat & panjang. Cuma kalo mereka gak belajar kitanya juga nanti yang khawatir. Duh jadi serba salah deh..

Sifat anak-anak
Anak-anak Chi tuh gak bisa dipaksa. Kalo dipaksa atau diharuskan untuk ini-itu bukannya nurut malah jadi mogok. Bukan maksud untuk memanjakan, tapi menurut Chi cara ngajarin yang tepat ke mereka ya secara bermain. Kalo dipaksa ya itu tadi ngambek atau mogok (liat deh crita ttg keola yang mau evaluasi). Trus Keke juga selain kritis banget dia juga selalu menuntut untuk diperhatikan. Diperhatikan disini maksudnya apabila dia merasa punya kemampuan & orang yang ingin dia tunjukkan kemampuannya kurang/tidak merespon Keke akan memilih untuk bungkam seterusnya. Akhirnya yang ada Keke malah tenggelam, bukan jadi menonjol (padahal kami yakin dia mampu). Nah itu ya kami khawatirin, maklum deh kalo nanti SD jumlah murid per kleasnya pasti lebih banyak dari TK. Iya kalo gurunya mampu melihat sifat & kemampuan anak-anak didiknya person to person tapi kalo gak?

Ya… kurang lebih itu deh pandangan awal kami tentang home school. Walaupun masih berupa “condong” ke home school (belom pasti menetapkan pilihan). Tapi semakin kami mencari info tentang pendidikan semakin kami sadar bahwa apapun bentuk pendidikan yang akan kami pilih nanti tujuannya adalah 1 untuk KEBAIKAN anak-anak kami. Amin

No comments: